Article Detail
Once a Student, Forever Family
Â
Pagi itu, langkah-langkah
lama kembali berjejak di lantai yang pernah akrab. Di lobby SMA Tarakanita
Citra Raya, waktu seakan melambat—memberi ruang bagi ingatan untuk pulang. Tawa
yang dulu lahir di sela jam pelajaran kini menjelma sapaan hangat, menyatukan
kembali mereka yang pernah duduk di bangku yang sama, meski kini menempuh jalan
hidup yang berbeda.
Suasana itulah yang
mengiringi Alumni Gathering SMA Tarakanita Citra Raya (Alstar) pada Sabtu, 24
Januari, pukul 08.00–11.30 WIB. Dengan mengusung tema “Once a Student, Forever
Family”, kegiatan ini mempertemukan alumni angkatan 1 hingga 13 dalam sebuah perjumpaan
yang sarat makna dan kebersamaan.
Dalam sambutannya, Bapak F.X
.Widodo, Kepala SMA Tarakanita Citra Raya, menegaskan bahwa hubungan antara
sekolah dan alumni tidak pernah benar-benar terputus. Sekolah, menurutnya,
bukan hanya tempat menimba ilmu, melainkan rumah yang membentuk nilai dan
karakter. Ia menyampaikan harapan agar Alstar terus menjadi jembatan yang
menghubungkan para alumni dengan almamater, serta menjadi ruang saling
menguatkan di tengah dinamika kehidupan masing-masing.
Lobby sekolah yang
biasanya menjadi ruang singgah harian, pagi itu berubah menjadi ruang temu
lintas generasi. Cerita lama berkelindan dengan kisah baru. Tidak ada jarak
antarangÂkatan—yang ada hanyalah rasa memiliki terhadap almamater yang sama.
Alumni gathering ini
tidak berhenti pada nostalgia. Salah satu agenda penting yang dijalankan adalah
pembentukan pengurus baru Alstar sebagai wujud keberlanjutan komunitas alumni.
Melalui musyawarah bersama, alumni menetapkan Veronica Aprilia Sela (angkatan
2) sebagai Ketua Alstar, dengan Bimo Saputra (angkatan 13) sebagai Wakil Ketua.
Kepemimpinan lintas angkatan ini mencerminkan semangat kolaborasi dan
regenerasi yang menjadi fondasi Alstar.
Kesan mendalam juga
disampaikan oleh Afra Samantha, salah satu alumni yang hadir dalam kegiatan
tersebut. Menurutnya, pertemuan ini bukan sekadar ajang bernostalgia, melainkan
momen untuk kembali diingatkan akan nilai-nilai yang pernah ditanamkan semasa sekolah.
Ia merasakan bahwa suasana kekeluargaan Tarakanita tetap hidup, meskipun para
alumni kini telah melangkah ke fase kehidupan yang berbeda-beda.
Kepengurusan baru ini
diharapkan mampu menghidupkan Alstar sebagai ruang bersama—tempat alumni saling
terhubung, berbagi pengalaman, dan memberi makna bagi almamater. Alstar tidak
hanya menyimpan kenangan masa lalu, tetapi juga menumbuhkan harapan dan rencana
ke depan.
Pada akhirnya, pertemuan
ini menegaskan satu hal sederhana namun mendalam: menjadi siswa Tarakanita
mungkin telah berlalu, tetapi menjadi bagian dari keluarganya adalah ikatan
yang tak lekang oleh waktu. Di lobby sekolah itu, para alumni kembali menemukan
arti pulang—kepada nilai, persaudaraan, dan perjalanan yang pernah dimulai
bersama. (SS)
-
there are no comments yet
