Article Detail


Membedah Fenomena Over-Import: Sebuah Refleksi Kritis dari Komunitas Riset SMA Tarakanita Citra Raya

Dunia yang tanpa batas (borderless) membawa kita pada satu kenyataan ekonomi yang tak terelakkan: perdagangan internasional. Namun, apa jadinya jika ketergantungan terhadap produk luar negeri justru menjadi bumerang bagi stabilitas ekonomi lokal?

​Melalui karya drama bertajuk "Niban: Over-Import?!", peserta didik  SMA Tarakanita Citra Raya mencoba membedah kompleksitas keputusan ekonomi di balik meja direksi. Bukan sekadar pementasan, drama ini merupakan perwujudan dari value proposition sekolah kita sebagai Community of Research, di mana setiap fenomena sosial dianalisis secara mendalam dan berbasis data.

​Dilema di Balik Grafik Impor

​Dalam simulasi rapat direksi yang intens, tokoh Jeremiah (CEO) bersama jajaran manajerialnya dihadapkan pada grafik impor yang terus merangkak naik. Shella (Finance Lead) menyoroti risiko nyata: fluktuasi kurs yang tak terkendali mulai menggerus biaya produksi.

​"Pertanyaannya sekarang, apa kita masih bisa pegang kendali, atau malah kita yang dikendalikan?" tanya Jeremiah retoris. Pertanyaan ini menjadi pemantik bagi audiens untuk berpikir kritis tentang kedaulatan ekonomi.

​Analisis Data: Keunggulan Komparatif vs. Ketergantungan

​Sebagai komunitas peneliti, karakter Klea (Research Lead) membawa perspektif ilmiah mengenai Comparative Advantage. Ia menjelaskan bahwa setiap negara memiliki keunggulannya masing-masing; partner internasional unggul dalam teknologi, sementara lokal unggul dalam bahan mentah.

​Namun, riset tersebut juga mengungkap sisi gelap:

      Risiko Sistemik: Jika satu rantai pasok terganggu, seluruh produksi berhenti total.

      Dampak Sosial: Elaine (People & Impact) menekankan bahwa ketergantungan impor yang berlebihan dapat mematikan potensi tenaga kerja lokal dan menghambat inovasi domestik.

Solusi Berbasis Riset: Menuju Kemandirian Strategis

​Setelah membedah risiko, diskusi beralih ke strategi jangka panjang. Sebagai komunitas yang menjunjung tinggi riset, Klea (Research Lead) memaparkan temuan penting: meskipun investasi pada produksi lokal terasa berat di awal, secara data, hal ini jauh lebih stabil menghadapi guncangan global di masa depan.

Lauren (Marketing Lead) menambahkan perspektif pasar yang optimis, "Konsumen sebenarnya tidak anti produk lokal; mereka hanya menginginkan kualitas dan kejelasan." Hal ini menegaskan bahwa riset pasar harus menjadi kompas dalam setiap inovasi yang dilakukan perusahaan.

​Keputusan Strategis: Bukan Sekadar Untung, Tapi Sehat

​Puncak dari drama ini adalah keberanian Jeremiah (CEO) dalam mengambil keputusan yang inklusif dan visioner. Perdagangan internasional tidak dihentikan, melainkan dilakukan re-posisi strategis:

Jabatan

Strategi Yang Diambil

Operasional (Thalia)

Impor hanya difokuskan pada teknologi tinggi yang belum bisa diproduksi sendiri

Keuangan (Shella)

Pengalihan anggaran secara bertahap untuk mendukung rantai pasok lokal

Dampak Sosial (Elaine)

Penyiapan program pelatihan intensif agar tenaga kerja lokal memiliki daya saing global

Pemasaran (Lauren)

Membangun narasi brand yang tumbuh bersama masyarakat 

 

​"Ini bukan soal seberapa cepat perusahaan meraih keuntungan, tapi bagaimana cara kita membangun ekonomi yang lebih sehat dan berdaya tahan," tegas Jeremiah.

​Membangun dari Dalam untuk Dampak yang Luas

Link video pembelajaran : https://drive.google.com/drive/folders/1jYzu7MXBufcLS-LcTKXr-ChHn1NHd8sy


​Drama ini ditutup dengan visualisasi yang menginspirasi: ruang produksi yang kembali stabil dan para pekerja yang sedang mendapatkan pelatihan. Sebuah pesan kuat menggema di akhir acara: Perdagangan internasional lahir karena perbedaan, namun ketergantungan muncul karena pilihan.

Kesimpulan: Menumbuhkan Jiwa Peneliti Sejak Dini

​Melalui narasi "Niban", SMA Tarakanita Citra Raya mengajak seluruh civitas akademika untuk tidak menelan mentah-mentah tren globalisasi. Sebagai Community of Research, kita diajak untuk:

  1. Menganalisis risiko di balik setiap keputusan ekonomi.
  2. Mencari solusi kreatif untuk memberdayakan sumber daya lokal.
  3. Berempati terhadap dampak sosial yang dihasilkan dari sebuah kebijakan perusahaan.

​Melalui kegiatan ini, SMA Tarakanita Citra Raya membuktikan bahwa menjadi bagian dari Community of Research berarti berani mengambil pilihan sulit demi masa depan yang lebih baik. Kita belajar bahwa keberhasilan sejati adalah saat sebuah organisasi tumbuh, dan masyarakat di sekitarnya ikut terangkat.

Salam Tarakanita! Satu Hati, Satu Semangat, Tarakanita yess.

DAFTAR TOKOH : Peserta Didik Kelas XII E Tahun Ajaran 2025-2026

Jeremiah Christiansen– CEO (pengambil keputusan)

Thalia Anjelita– COO (operasional & strategi)

Elaine Jessica– People & Impact (dampak sosial)

Klea Wongso Putri– Research Lead (data & riset)

Laurensia Fransiska– Marketing Lead (pasar & brand)

Grasella– Finance Lead (keuangan & risiko)

Comments
  • there are no comments yet
Leave a comment