Article Detail
Menjadi Terang dan Menapaki Semester Baru di SMA Tarakanita Citra Raya
Â
Â
Mengawali
semester kedua tahun ajaran 2025/2026 sekaligus menyambut Tahun Baru 2026, SMA
Tarakanita Citra Raya menggelar Misa Perayaan Natal dan Misa Awal Tahun di
Gereja St. Odilia Citra Raya. Perayaan Ekaristi ini diikuti oleh siswa dan
siswi, para guru edukatif maupun non-edukatif, serta seluruh tenaga
kependidikan dalam suasana penuh syukur, damai, dan sukacita Natal.
Misa
ini menjadi ruang perjumpaan iman bagi seluruh komunitas sekolah untuk
merayakan kelahiran Kristus—Sang Terang Dunia—serta memohon penyertaan Tuhan
dalam menapaki perjalanan akademik dan pembentukan karakter pada semester baru
dan sepanjang tahun 2026.
Bacaan
pertama dari 1 Yohanes 4:7–10 menegaskan bahwa kasih sejati bersumber dari
Allah. Kasih bukan sekadar kata, melainkan tindakan nyata yang menghidupkan
relasi antarmanusia. Injil Markus 6:33–34 mengisahkan Yesus yang digerakkan
oleh belas kasih saat melihat orang banyak yang terlantar. Ia hadir, peduli,
dan memberi kehidupan bagi mereka yang membutuhkan.
Kedua
bacaan ini menjadi cermin bagi dunia pendidikan: sekolah dipanggil bukan hanya
sebagai tempat menimba ilmu, tetapi juga sebagai ruang belajar untuk hidup
dalam kasih, kepedulian, dan tanggung jawab bersama.
Dalam
homilinya, Romo Kornellius Bala Koten, SSCC, menyampaikan pesan yang sederhana
namun sangat relevan bagi para pelajar. Ia menekankan pentingnya kejujuran
dengan mengajak siswa untuk tidak memberi kesempatan kepada teman untuk
mencontek. Kejujuran, menurut Romo, adalah cahaya yang membuat seseorang
bersinar di tengah kegelapan.
Romo
mengaitkan pesan tersebut dengan simbol bintang Natal. Dalam kisah Tiga Raja,
bintang selalu berada di depan sebagai penuntun. Demikian pula Yesus, Sang
Terang Dunia, hadir untuk menerangi seluruh umat manusia. “Saat gelap dan kita
membawa senter bersama orang lain, kita akan berada di depan sekaligus
menerangi jalan bagi sesama,” ungkapnya.
Pesan
ini mengajak para siswa untuk berani menegur teman yang keliru, saling
mengingatkan, dan terlebih dahulu merefleksikan diri. Menjadi terang berarti
tidak hanya menjaga diri tetap benar, tetapi juga menghadirkan kebaikan bagi
orang lain. Bagi para guru dan tenaga pendidik, Romo mengajak untuk terus
menghidupi nilai-nilai kebaikan dan menjadi teladan nyata bagi para peserta
didik.
Perayaan
Ekaristi berlangsung semakin khidmat dengan dukungan Paduan Suara SMA
Tarakanita Citra Raya yang bertugas sebagai pengiring lagu, lektor, dan
pemazmur. Sementara itu, pelayanan penata umat dan putra altar dipercayakan
kepada siswa-siswi SMP Tarakanita Citra Raya, mencerminkan semangat kebersamaan
dan sinergi dalam keluarga besar Tarakanita.
Melalui
Misa Perayaan Natal dan Misa Awal Tahun 2026 ini, SMA Tarakanita Citra Raya
meneguhkan komitmennya untuk menjadikan sekolah sebagai bagian penting dalam
perjalanan hidup setiap insan. Dengan semangat Natal dan Tahun Baru, seluruh
komunitas sekolah diajak melangkah dengan harapan baru, agar setiap proses
pembelajaran dan kehidupan bersama di semester kedua berjalan selaras dengan
kehendak Tuhan serta membawa terang bagi sesama.
 (Penulis : Sidney Abigail Napon Tana, Davin Louda Winata Joko, Whitnie Valencia Zhang)
-
there are no comments yet
