Article Detail
Implementasi Kurikulum Merdeka: Mengasah Karakter Pelajar Melalui Proyek Hidroponik
Kurikulum merupakan seperangkat pengaturan yang mencakup tujuan, isi, dan bahan pelajaran yang digunakan sebagai pedoman dalam penyelenggaraan kegiatan pembelajaran guna mencapai tujuan pendidikan tertentu. Sejak berdirinya sebagai sebuah negara, Indonesia telah beberapa kali menerapkan berbagai kurikulum sebagai pedoman dalam sistem pendidikan. Salah satu kurikulum terbaru yang diterapkan adalah Kurikulum Merdeka.
Berdasarkan informasi dari Direktorat Sekolah Dasar, Kurikulum Merdeka adalah kurikulum dengan pembelajaran intrakurikuler yang lebih beragam, di mana konten pembelajaran dioptimalkan agar peserta didik memiliki waktu yang cukup untuk mendalami konsep serta memperkuat kompetensi mereka. Dalam implementasinya, guru memiliki keleluasaan dalam memilih perangkat ajar yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik.
Salah satu program unggulan dalam Kurikulum Merdeka adalah Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Program ini bertujuan untuk membentuk karakter peserta didik yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila melalui berbagai proyek yang dilaksanakan selama satu tahun ajaran. SMA Tarakanita Citra Raya turut serta dalam implementasi P5, khususnya untuk peserta didik kelas XII pada tahun ajaran 2024-2025 di semester gasal, dengan mengangkat tema "Hidroponik."
Pelaksanaan P5 dengan tema hidroponik dimulai pada hari Jumat, 14 Maret 2025. Sebelum memulai tahap awal, yaitu penyemaian bibit, peserta didik mengikuti sesi presentasi yang memberikan informasi mengenai teknik bercocok tanam secara hidroponik. Dalam sesi ini, dijelaskan cara menanam dengan metode hidroponik serta alat dan bahan yang diperlukan, seperti pisau, rockwool, wadah, dan bibit tanaman.
Pada tahap penyemaian, peserta didik dibagi ke dalam beberapa kelompok di setiap kelas. Proses dimulai dengan memotong rockwool menjadi beberapa bagian kecil. Selanjutnya, rockwool tersebut dilubangi menggunakan tusuk gigi, kemudian dimasukkan ke dalam wadah yang telah diisi air. Setelah rockwool disiram air hingga lembap, bibit ditanam di setiap lubang yang telah dibuat. Untuk memastikan pertumbuhan yang optimal, rockwool yang telah ditanami bibit diletakkan dalam plastik hitam guna menjaga kelembapan. Proses penyemaian ini berlangsung selama tiga hari dua malam.
Setelah tahap penyemaian selesai dan bibit mulai tumbuh menjadi kecambah, plastik hitam dilepaskan, dan kecambah dipindahkan ke luar ruangan agar mendapatkan paparan sinar matahari yang cukup. Peserta didik kemudian mengamati perkembangan hasil penyemaian kelompok masing-masing dan melaporkannya melalui tautan formulir yang telah disediakan.
Program P5 dengan tema hidroponik ini memberikan pengalaman belajar yang berharga bagi peserta didik, terutama dalam memahami konsep pertanian berkelanjutan. Selain itu, kegiatan ini juga melatih keterampilan kerja sama, ketelitian, serta tanggung jawab dalam menjalankan proyek secara mandiri dan berkelompok. Dengan adanya program ini, diharapkan peserta didik dapat menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan melalui metode bercocok tanam yang ramah lingkungan.
-
there are no comments yet