Article Detail
Pembelajaran Berbasis Riset dalam Mata Pelajaran Bahasa Inggris: Analytical Exposition Text
Pembelajaran Berbasis
Riset (PBR) adalah proses pembelajaran yang mengedepankan riset sebagai bagian
utama dalam kegiatan belajarnya. Pembelajaran jenis ini dapat diterapkan di
berbagai mata pelajaran, baik yang berbasis ilmu pengetahuan alam, sosial, maupun
bahasa. Salah satu mata pelajaran yang menerapkan PBR adalah Bahasa Inggris
yang diampu oleh Bapak John dengan topik materi Analytical Exposition Text.
Pengertian Analytical
Exposition Text
Analytical Exposition
Text
merupakan jenis teks yang berisi penjelasan mengenai pendapat atau argumen
tentang suatu hal atau peristiwa yang dipaparkan secara logis atau masuk akal
sehingga dapat diterima oleh pembaca. Pandangan penulis dalam teks ini bersifat
relatif, yang berarti penulis dapat mendukung ataupun menentang isu atau
masalah yang diangkat.
Teks ini berisi
penjelasan hasil analisis yang berdasarkan pendapat penulis terhadap
topik-topik tertentu. Adapun topik-topik yang biasanya diangkat meliputi
masalah atau isu-isu politik, hiburan, kesehatan, pendidikan, lingkungan,
sosial, dan budaya.
Fungsi dan Tujuan
Penyusunan teks Analytical
Exposition memiliki fungsi dan tujuan untuk mengajak para pembaca memahami
masalah atau isu yang dibahas tanpa harus mempengaruhi atau mengubah sudut
pandang pembaca.
Implementasi Pembelajaran
Penerapan pembelajaran
berbasis riset untuk materi Analytical Exposition Text dilaksanakan di
kelas XII SMA Tarakanita Citra Raya dengan pendekatan yang komprehensif.
Implementasi pembelajaran ini mencakup beberapa tahapan penting:
Tahap Pengenalan:
Pak John memulai dengan menjelaskan konsep dasar Analytical Exposition Text,
struktur penulisannya, dan karakteristik kebahasaan yang khas.
Tahap Eksplorasi:
Peserta didik diarahkan untuk melakukan riset mendalam tentang topik-topik
kontemporer yang menarik minat mereka. Mereka mengumpulkan data, fakta,
statistik, dan pendapat ahli untuk memperkuat argumen yang akan dibangun.
Tahap Pengembangan
Keterampilan Analitis: Peserta didik dilatih untuk menganalisis
informasi yang telah dikumpulkan dengan pendekatan kritis, mengidentifikasi
hubungan sebab-akibat, dan merumuskan argumen yang logis dan koheren.
Tahap Penulisan:
Peserta didik menyusun teks Analytical Exposition secara mandiri dengan
memperhatikan struktur baku (Introduction, Arguments, Conclusion) dan fitur
kebahasaan seperti penggunaan present tense, kata hubung kausal, dan kata kerja
mental.
Tahap Visualisasi:
Peserta didik mengembangkan keterampilan desain dengan mengkonversi teks mereka
ke dalam bentuk infografik yang menarik dan informatif.
Tahap Evaluasi:
Pak John mengadakan sesi presentasi dan peer review untuk memberikan kesempatan
peserta didik mendapatkan umpan balik konstruktif dari guru dan teman sebaya.
Selama implementasi,
peserta didik bekerja secara mandiri dalam penyusunan teks, namun tetap
mendapatkan bimbingan berkelanjutan dari Pak John melalui konsultasi berkala
dan diskusi kelas.
Hasil Pembelajaran
Hasil pembelajaran dari
penerapan PBR dalam materi Analytical Exposition Text menunjukkan pencapaian
yang signifikan:
Produk Kreatif:
Peserta didik berhasil menghasilkan karya-karya Analytical Exposition Text
berkualitas yang ditransformasikan ke dalam bentuk infografik. Infografik ini
tidak hanya memuat teks terstruktur tetapi juga diperkaya dengan elemen visual
yang mendukung argumen.
Studi Kasus:
Salah satu karya unggulan adalah "How Do The Moral Values Impact Their
Future" yang disusun oleh Regina dari kelas XII D. Karya ini menonjol
karena: Memiliki argumen yang kuat dengan dukungan data empiris, menampilkan
analisis mendalam tentang hubungan antara nilai moral dan keberhasilan masa
depan, menggunakan bahasa yang persuasif dan terstruktur dengan baik, mengintegrasikan
elemen visual yang memperkuat pesan utama
Peningkatan Kompetensi
Bahasa: Peserta didik menunjukkan kemajuan signifikan dalam
penguasaan fitur kebahasaan Analytical Exposition Text, termasuk: penggunaan
tepat kata hubung kausal (therefore, consequently, as a result), penerapan
bahasa formal dan objektif, konstruksi kalimat kompleks yang efektif, pengorganisasian
gagasan yang logis dan runtut
Keterampilan Penelitian:
Peserta didik mengembangkan kemampuan riset yang baik, meliputi pencarian
sumber terpercaya, evaluasi informasi, dan sintesis data dari berbagai
referensi.
Keterampilan Berpikir
Kritis: Terjadi peningkatan kemampuan peserta didik dalam
menganalisis isu-isu kompleks, menyusun argumen logis, dan membuat kesimpulan
berdasarkan bukti.
Portofolio Digital:
Karya-karya peserta didik didokumentasikan dalam portofolio digital yang dapat
menjadi bahan refleksi pembelajaran dan bukti perkembangan kemampuan akademis
mereka.
Harapan dan Manfaat
Harapan dari kegiatan
pembelajaran ini ke depannya adalah peserta didik menjadi semakin termotivasi
dan berani dalam mengungkapkan pendapat dan pandangannya, serta bersikap kritis
terhadap suatu topik masalah dengan didasarkan atas argumen-argumen yang logis.
-
there are no comments yet